Aplikasi Pemrograman yang Asik untuk Anak

Mengajarkan anak pemrograman sejak dini? 

Mengapa tidak. Pasalnya banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan mempelajari pemograman sejak dini, diantaranya dapat menambah wawasan, melatih keterampilan berpikir dan pemecahan masalah ala programmer. 

Dengan cara berpikir seperti itu, anak-anak diharapkan mampu memberikan solusi untuk berbagai permasalahan global di masa yang akan datang.

Dan, tentu saja, mereka bisa menjadi penerus Linus Torvalds, Bill Gates, Mark Zuckerberg dan lainnya. 

Hasil dari pemogramn yang dapat dibuat salah satunya adalah Game.

Kegemaran anak bermain game bisa dijadikan kreativitas untuk mulai membangun masa depan anak sejak dini. 

Jangan biarkan kegemaran anak berhenti disitu saja, mulai arahkan anak untuk mengasahnya lewat ilmu coding untuk menjadi suatu kretivitas digital.  

Anak bisa belajar membuat game mereka sendiri dan dapat dirilis di Google Playstore.

Game tidak selamanya merupakan hal yang buruk untuk anak. 

Industri game dapat menjadi kesempatan yang besar untuk anak berkreativitas dengan membuat game ala mereka sendiri sejak dini.

Berikut beberapa aplikasi yang dapat digunakan untuk anak-anak dalam belajar pemrograman dan tentunya menarik, yang didesain khusus untuk belajar pemrograman sesuai usia anak-anak. Bahkan sebagian besar menawarkan cara asyik bermain sambil belajar.

Apa saja itu ?

 

1. Scratch 

Scratch adalah sebuah bahasa pemrograman visual untuk lingkungan pembelajaran yang memungkinkan anak untuk belajar membuat program tanpa harus memikirkan salah-benar penulisan sintaksis. 

Bahasa pemrograman ini dibuat oleh MIT Media Lab dari Massachusetts Institute of Technology. Dengan Scratch, anak dapat membuat sendiri animasi, permainan, karya kesenian, dan lain-lain. 

Aplikasi Scratch Jr dapat dipelajari oleh anak mulai usia 4-7 tahun. 

Aplikasi Scratch dapat dipelajari oleh anak mulai usia 9-12 tahun.

2. Roblox

Dikembangkan oleh anak muda berusia 22 tahun, pada dasarnya Roblox merupakan Sanbox yang membuat penggunanya bisa membuat game sendiri.

Roblox mirip seperti Minecraft, memberikan tempat seluas-luas bagi penggunanya untuk mewujudkan imajinasinya. 

Aplikasi Roblox dapat dipelajari anak mulai usia 10 tahun.

 

3. Unity

Unity merupakan suatu aplikasi yang digunakan untuk mengembangkan game multi platform yang didesain sehingga mudah digunakan. Unity penuh dengan perpaduan aplikasi yang profesional.

Unity juga memberi kebebasan untuk berkarya, tak hanya di batasi dalam 1 Genre saja tetapi berbagai Genre. 

 

Dengan menggunakan Unity, hasil game yang dapat membuat game dalam bentuk 2D atau 3D.

Program Unity dapat dipelajari oleh anak mulai usia 13 tahun.

 

4. App Inventor (Create Android Apps)

MIT App Inventor merupakan platform untuk memudahkan proses pembuatan aplikasi sederhana tanpa harus mempelajari atau menggunakan bahasa pemrograman yang terlalu banyak. 

Anak dapat mendesain aplikasi android sesuai keinginan dengan menggunakan berbagai macam layout dan komponen yang tersedia.

App Inventor memungkinkan anak untuk memprogram komputer untuk menciptakan aplikasi perangkat lunak bagi sistem operasi Android. 

App Inventor menggunakan antarmuka grafis, serupa dengan antarmuka pengguna pada Scratch dan StarLogo TNG, yang memungkinkan pengguna untuk men-drag-and-drop objek visual untuk menciptakan aplikasi yang bisa dijalankan pada perangkat Android.

Program App Inventor dapat dipelajari oleh anak mulai usia 10 tahun.

Tertarik memperkenalkan ilmu coding pada anak sejak dini? 

Yuk! gabung di program kelas Kids & Teenager Binus Center Bandung.

Langkah awal menuju masa depan anak.