Desember 18, 2014

Implementasi TIK yang terintegrasi di Sekolah

Perbedaan Kurikulum 2013 dan KTSP yang akan disoroti  disini adalah pada Kurikulum 2013. TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) bukan sebagai mata pelajaran, melainkan sebagai media pembelajaran TIK sebagai mata pelajaran. Materi pembelajaran disekolah diharapkan bisa terintegrasi menggunakan TIK.

Namun sayangnya, hal ini belum didukung dengan kelengkapan fasilitas dan SDM yang mumpuni, sehingga terlihat seperti kebijakan ini kurang berhasil diimplementasikan dengan baik.  Pengetahuan guru terhadap dunia Teknologi Informasi yang belum baik, sarana dan prasarana yang kurang lengkap, kebiasaan guru yang mengajar hanya dikelas tanpa dukungan integrasi dengan TIK dan juga kefamiliaran guru terhadap perangkat-perangkat yang mendukung pembelajaran dengan TIK.

Sekolah harus memfasilitasi guru-guru dengan pelatihan yang bisa membantu terwujudnya pembelajaran yang terintegrasi dengan TIK. Mencari jawaban lewat Google atau melihat tayangan Youtube tentang evolusi tumbuhan belum cukup dikatakan sebagai integrasi. Guru harus memperkenalkan siswa terhadap hal yang baru yang bisa dilakukan dengan menggunakan TIK yang berbeda dari pembelajaran dikelas.

Sebagai contoh, guru matematika mengunduh software Wingeom yang dapat memudahkan siswa  siswa membuat benda tiga dimensi di komputer mereka  atau membuat kurva dengan menggunakan software WinPlot, sehingga pembelajaran terasa lebih menyenangkan dan siswa dapat meng-eksplore software ini dirumah, dalam hal ini guru juga diharapkan menguasai bahan ajar yang akan digunakan sehingga tidak kerepotan saat siswa mendapat hambatan dalam pengerjaan materi pembelajaran.

Banyak sekolah swasta yang tetap menjadikan TIK sebagai pelajaran muatan lokal, yang menjadi nilai tambah dari sekolah tersebut. Siswa diajar oleh guru-guru TIK yang sudah kompeten dan bersertifikasi di bidang TIK, sehingga dalam penerapan integrasi TIK dengan mata pelajaran lain, guru sekolah dapat berkonsultasi kepada guru TIK dalam mencari bahan dan software yang dapat menunjang pembelajaran. Dan juga dengan adanya guru TIK, guru mata pelajaran tetap bisa mengajar dan guru TIK membantu siswa yang kesulitan dalam menggunakan software, sehingga jam pelajaran dapat dimanfaatkan dengan baik.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyatakan menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 bagi sekolah-sekolah yang baru melaksanakan kurikulum ini selama satu semester pada tanggal 5 Desember 2014. Dengan terjadinya penghentian ini, diharapkan sekolah-sekolah dapat memperkaya pengetahuan terhadap TIK dan mulai terbiasa dengan sistem komputerisasi, bukan hanya dalam rangka penerapan kurikulum 2013 saja, namun dalam rangka menghadapi AFTA 2015.

Sumber :
http://revyareza.wordpress.com/2013/11/01/perbedaan-kurikulum-2013-dan-ktsp-2006/
http://www.mathzone.web.id/2013/10/wingeom-aplikasi-gratis-untuk.html
http://math.exeter.edu/rparris/winplot.html

Share This:

Di-tag pada:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *